www.mediamuslim.org
Telat menikah, apalagi bila terjadi pada wanita, menimbulkan banyak pertanyaan dan penafsiran. Namun, fenomena ini, belakangan justru cenderung meningkat. Lebih disayangkan lagi, sering alasan penundaan nikah itu tidak prinsipil. Sehingga, banyak orang secara sadar atau tidak telah menjerumuskan diri atau putra-putrinya dalam kesulitan yang dibuatnya sendiri. Tulisan ini memberikan motivasi dan saran bagi kita, agar tidak telat memasuki ibadah yang merupakan separo agama, tetapi dari satu sisi juga menyenangkan.
Dalam tulisan ringkas ini, kami membahas tentang semakin tersebarnya fenomena perawan tua di masyarakat kita; apa faktor-faktor penyebabnya, penjelasannya, dan solusi yang tepat untuk mengatasinya.
Seraya memohon pertolongan dan taufik kepada Allah.
Pernikahan adalah salah satu tanda kekuasaan Allah Ta'ala dan karunia-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah di dalam Al-Qur'an surah Ar-Rum ayat 21, yang artinya:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."
Pernikahan merupakan jalan yang benar untuk memperbanyak jenis manusia dan agar jenis manusia ini tetap ada sampai datangnya tiupan sangkakala pertama kali kelak, pada Hari Kiamat. Sebab, dari pernikahan tersebut akan terjadi kelahiran dan keturunan, beberapa keluarga menjadi akrab, dan beberapa suku menjalin hubungan yang dekat.
Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'am surah Al-Hujurat ayat 13, yang artinya:
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-Iaki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara karnu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Al-Hujurat [49]: 13)
Jika melihat kondisi masyarakat kita maupun beberapa masyarakat lain, kita akan melihat adanya banyak perawan tua atau wanita yang hidup menjanda. Penyebabnya, pertama memang telah ditakdirkan oleh Allah untuk kita, dan kedua karena faktor kita sendiri.
Namun, persoalan ini, tampaknya jauh lebih besar dan lebih luas daripada itu. Orang yang memperhatikan kondisi masyarakat dan perubahan-perubahannya di masa sekarang, akan merasakan banyak hal yang luar biasa dan akan mengetahui berbagai persoalan yang mengkhawatirkan. Masalah-masalah dan kendala-kendala yang kita temui ini berpangkal dari kesalahan persepsi dan guncangan pemikiran di dalam masyarakat.
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kondisi ini muncul lantaran kelemahan akidah dan kesalahan penerapan syariat, yaitu kekhawatiran-kekhawatiran terhadap masa depan dan rasa takut yang tidak beralasan.
Faktor lain yang masih terkait dengan rasa takut di sini adalah mental masyarakat yang mengandalkan ijazah dan ketergantungan kepada pekerjaan-pekerjaan tetap, serta kesibukan dalam jenjang akademik, sehingga banyak orang yang ketinggalan kereta pernikahan;
kemudian para orang tua pun ikut-ikutan merasakan kekhawatiran ini.
Kerelaan masyarakat menerima sikap yang seperti ini juga menegaskan terjadinya kesalahan dalam persepsi, terbaliknya timbangan pemikiran, dan goyahnya keyakinan kepada Allah, serta lemahnya pandangan yang rasional.
Perhatikanlah Al-Qur'an surah An-Nur ayat 32, yang artinya:
Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka kaya dengan karunia-Nya." (An-Nur[24] : 32)
Perhatikan pula Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 286, yang artinya:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ... " (Al-Baqarah[2]: 286)
Selanjutnya Al-Qur'an surah At-Thalaq ayat 7, yang artinya:
" ... Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan." (At-Thalaq [65]: 7)
Standard berpikir telah berubah. Masa depan adalah materi, perencanaan adalah materi, syariat hidup dan pernikahan masa depan dibangun di atas landasan materi. Seperti halnya materi, pekerjaan, ijazah, gaji, dan kedudukan pun merupakan komoditas yang laris, sama saja apakah itu bagi pemuda atau keluarganya serta bagi gadis atau keluarganya, kecuali yang dirahmati oleh Rabbi. Informasi-informasi dan perilaku-perilaku yang diserap oleh masyarakat dan pemuda melalui berbagai tulisan, novel, surat kabar, dan radio, secara langsung atau tidak langsung telah memberikan pengaruh nyata terhadap rusaknya pandangan masyarakat mengenai kehidupan.
Informasi-informasi dan pandangan-pandangan yang beragam ini telah membalikkan pemahaman, merusak karakter, serta menjadikan hubungan-hubungan dan ikatan-ikatan antar manusia semata-mata berdasarkan keuntungan-keuntungan pribadi dan materi semata, ketika manusia telah mengalami kemunduran dan menggunakan standard-standard ini sebagai penentu hubungan-hubungan di antara mereka.
Zaman telah rusak, bukti penalaran telah hilang, hukum agama telah diabaikan, dan masyarakat rnerendahkan orang lain lantaran kemiskinannya. Perhatikanlah Al-Qur'an At-Thalaq ayat 7, yang artinya:
" Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya ... " (At-Thalaq [65]: 7)
Hendaknya, seseorang menikah dengan orang-orang yang utama dan shalih, agar ia tidak diuji dengan hubungan perbesanan dan keturunan yang memiliki tuntutan-tuntutan yang melampaui batas yang ma'ruf, sehingga mereka akan membebaninya dengan berbagai kesulitan dalam hidup dan menambah berat urusannya. Kenapa demikian, wahai manusia?
Sesungguhnya, ketampanan akhlak itu lebih kekal daripada ketampanan fisik. Kekayaan hati lebih didahulukan daripada kekayaan harta. Pertimbangan paling utama untuk menilai kebaikan seseorang adalah dengan sifat-sifatnya yang berbudi, bukan dengan perhiasan badan dan banyaknya harta benda.
Sa'id bin Musayab Rohimahullah pernah ditanya mengenai hadits (Sebaik-baik wanita adalah yang paling ringan maharnya): "Bagaimana seorang wanita yang baik, justru maharnya murah??"
Maka, Sa'id berkata: "Hai, kamu! Pikirkanlah apa yang baru kau katakan! Apakah mereka itu sedang menawar binatang yang tidak berpikir? Apakah kamu menganggapnya sebagai barang dagangan yang dibeli oleh suaminya dengan harga lebih mahal daripada yang dibayarkan oleh orang lain?"
Allah Ta'ala berfirman dalam An-Nisa' ayat 1, yang artinya:
" Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya ... " (An-Nisa’ [4] : 1)
Pernikahan adalah dilakukan antara seorang manusia dengan manusia, seorang pria dan seorang wanita. Pernikahan bukanlah barang dagangan yang harus diganti dengan barang dagangan lagi.
Adapun orang-orang bodoh, maka mereka itu menjadikan kecantikan atau ketampanan, kedudukan, harta, dan status sebagai harga mati, agar "harga pasaran" mereka naik. Menurut Anda, mereka itukah manusia-manusia pilihan, ataukah manusia-manusia yang buruk?
Hubungan wanita dengan seorang pria, adalah hubungan antara satu jiwa dengan satu jiwa yang setara, bukan hubungan antara barang dagangan dengan pedagangnya. Standard kaum pria tidak bisa diukur dengan harta, tetapi mahar itu dinilai dengan perilaku. Seorang pria atau wanita yang cantik dan berkedudukan, tetapi sedikit agama dan akhlaknya, maka banyaknya harta tidak berguna baginya.
Tidakkah Anda tahu bahwa bagi seorang pengecut,
adanya seratus pedang
tidak akan berguna sama sekali
untuk menutupi kelemahan dan kepengecutannya?
Banyaknya harta dan standard-standard materi, tidak bisa menutupi kegagalan, sifat buruk, dan perilaku jahat suami dan isteri, sekalipun harta benda tersebut berupa emas dan perak dalam dalam jumlah besar.
Sesungguhnya, prosentase talak dan perceraian di masa sekarang sangatlah besar.
Dalam wasiat Ibnu Jinni kepada putera-puteranya, disebutkan :
"Anak-anakku, jangan menjadikan kecantikan wanita dan mulianya keturunan searang wanita sebagai alasan untuk meminangnya, sesungguhnya pria yang menikahi wanita terhormat itu akan menjadi pijakan kemuliaannya; kecantikan di waktu muda, akan hilang oleh usia; sedangkan sifat harta benda adalah gampang datang dan gampang pergi; maka tinggal agama saja yang tersisa; oleh sebab itu, carilah wanita-wanita yang beragama, niscaya kamu diberkati" .
Para bijak mengatakan: "Tergesa-gesa itu terpuji dalam lima hal,
sudah mendapat pasangan yang setara, menguburkan mayit, mengunjungi orang sakit, melaksanakan shalat apabila telah datang waktunya, dan menyuguhkan makanan bagi tamu apabila ia mampir".
Tertundanya pernikahan seorang gadis akan menimbulkan banyak pertanyaan dan penafsiran, bahkan dianggap sebagai suatu aib. Meskipun demikian, pada tahun-tahun terakhir ini telah muncul fenomena bertambahnya rata-rata usia pernikahan seorang pria maupun wanita dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penundaan usia pernikahan ini disebabkan oleh semakin diminatinya pendidikan tinggi di universitas-universitas di dunia Islam.
Orang yang memperhatikan kondisi masyarakat secara umum akan menjumpai bahwa seorang pria bisa menikahi seorang wanita dalam usia berapapun. Kesempatannya untuk memilih pasangan yang sesuai akan bertambah, apabila tingkat pendidikan, ekonominya, dan status sosialnya semakin tinggi, apalagi jika ia seorang yang memiliki popularitas dan lingkungan sosial yang populer pula.
Allah Ta’ala berfirman dalam Ar-Rum ayat 21, yang artinya:
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang ... " (Ar- Rum [30] : 21)
Adapun wanita, justru sebaliknya. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka semakin sedikitlah kesempatannya untuk menikah, kecuali bila ia telah menikah sejak sebelum menyelesaikan studinya dan sebelum menerima ijazah.
Tetapi, jika ia tidak juga menikah sampai memperoleh gelar sarjana dari perguruan tinggi atau yang setara dengannya atau lebih tinggi lagi, maka kesempatannya untuk menikah lebih kecil dibandingkan gadis yang tidak mengenyam pendidikan tinggi seperti ini.
Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang telah mampu menikah, hendaklah menikah; karena sesungguhnya pernikahan itu lebih menahan pandangan dan lebih menjaga kemaluan; dan barangsiapa yang tidak mampu menikah, hendaklah berpuasa, karena puasa itu menjadi peredam nafsu baginya".
Seruan hadits ini bagi para pemuda bisa dipahami sebagai anjuran untuk menikah secara dini, baik bagi para pemuda maupun bagi para gadis.
Agama Islam menghargai pernikahan dengan penghargaan yang tinggi, dan menganjurkan dilaksanakannya pernikahan, selama ada kemungkinannya untuk itu. Pernikahan merupakan keharusan, karena ia memberikan perlindungan dan penjagaan bagi pemuda muslim, khususnya dalam situasi banyaknya godaan. Selain itu, pernikahan bisa mewujudkan ketenangan dan ketentraman, sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Kitab-Nya yang mulia (Ar-Rum: 21), yang artinya:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenisrnu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu -rasa kasih dan sayang ... " (Ar-Rum [30]: 21)
Keluarga adalah sel pertama untuk membangun masyarakat yang shalih dan beriman, apabila keluarga ini dibangun di atas pondasi-pondasi yang benar, pendidikan yang baik, dan sikap saling memahami antara suami dan isteri.
Bukhari, Muslim dan lain-lain meriwayatkan, dari Abu Hurairah Rodhiallahu ‘anhu, dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam yang bersabda:
"Seorang wanita dinikahi karena empat hal, yaitu: karena hartanya, karena keturunan-nya karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka carilah wanita-wanita yang beragama, niscaya kamu beruntung”.
Pada asalnya, kata taribat yadaka berarti: "Niscaya tanganmu tertempel debu, karena kemiskinan". Tapi yang dimaksudkan di sini adalah, "jika kamu tidak memilih wanita yang beragama, kamu pasti merugi". Wanita beragama adalah wanita shalihah yang berbudi mulia. Maka, seyogyanya, yang dijadikan tujuan pria yang rneminang adalah mencari wanita yang beragama. Tidak ada kebaikan yang terkandung dalam diri seorang wanita yang berharta atau cantik jelita, tetapi ia tidak beragama.
Wanita cantik jelita yang tidak beragama, adalah wanita yang tertipu. Wanita yang kaya raya tanpa memiliki agama akan menjadi wanita yang melampaui batas. Wanita yang terhormat tanpa memiliki agama, akan menjadi wanita yang sombong.
Adapun wanita yang beragama, maka ia seorang wanita yang patuh kepada suaminya, sekalipun ia seorang wanita yang cantik jelita, kaya raya, berkedudukan dan dari keturunan orang yang terhormat. Sifat-sifat seperti ini tidak hanya berlaku bagi wanita saja, tetapi juga berlaku bagi pria.
Wanita yang dipinang hendaknya tidak tertipu oleh ketampanan wajah seorang pria, kekayaannya, atau keturunan dan kedudukannya yang terhormat, tetapi hendaklah ia mencari pria yang beragama terlebih dahulu. Jika seorang pria memiliki agama dan keshalihan, maka ia telah memiliki persyaratan paling penting untuk menjadi pasangan hidupnya, kemudian sifat-sifat lain setelah terpenuhinya persyaratan agama ini menjadi pertimbangan yang lebih kecil.
Seorang pria beragama akan melindungi dan menjaga isterinya, mempergaulinya secara baik dan patut, dan bersabar terhadap segala kekurangannya -dan ini yang paling penting-. Jika pria shalih ini mencintai isterinya, maka ia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya, ia tidak akan mezhaliminya. Jika si isteri tidak menyukai suaminya ini, maka sang suami tidak akan menahannya karena hendak menyusahkan isterinya, tetapi ia melepaskan isterinya dengan cara baik-baik.
Sesungguhnya, kehidupan berumah tangga itu penuh dengan kesulitan dan tanggung jawab, kondisi-kondisi yang dialaminya mudah sekali untuk berubah. Jika rumah tangga ini dibangun dengan landasan ambisi harta, kemudian harta kekayaan menjadi ludes, apakah yang akan terjadi?
Jika rumah tangga itu dibangun di atas landasan kecantikan atau kedudukan, kemudian terjadi perubahan keadaan, maka apakah pula yang akan terjadi?! Tidak diragukan lagi, pasti terjadi perubahan radikal dalam kehidupan rumah tangga dan menyalalah api konflik; karena rumah tangga tersebut tidak dibangun di atas pondasi yang kokoh, melainkan berdasarkan hawa nafsu individu yang tidak berakar dan berpondasi kuat.
Adapun apabila rumah tangga itu dibangun di atas landasan perhatian terhadap aspek agama, maka sesungguhnya agama adalah keyakinan kokoh yang tertancap kuat di hati seorang muslim (atau seorang yang beragama), di atasnya ia membangun perilaku-perilaku dan ucapan-ucapannya, darinya ia beragama), di atasnya ia membangun perilaku-perilaku dan ucapan-ucapannya, darinya ia bertolak dalam memperlakukan orang lain, Tentu bisa dimengerti, bahwa seorang muslim yang taat dalam beragama -baik ia seorang pria maupun wanita- pasti akan bersyukur kepada Allah dalam keadaan lapang, bersabar ketika menghadapi kesulitan, menyikapi keadaan dengan iman dan kesabaran, serta akan bekerja sama dengan pasangan hidupnya dengan kesetiaan dan pengorbanan,
Berdasarkan keterangan di muka, bisa disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan menyebarnya fenomena perawan tua di masyarakat kita adalah hal-hal berikut:
1. Tingginya mahar dan ketidakmampuan pemuda untuk memikul beban pernikahan
2. Menunda nikah, dikarenakan ingin menuntaskan studi.
3. Penolakan wanita untuk menikah dengan pria yang telah beristeri.
4. Penetapan syarat-syarat yang memberatkan, oleh pihak isteri atau oleh pihak suami.
Adapun cara-cara untuk memecahkan persoalan ini adalah sebagai berikut:
1. Seyogyanya, keluarga wanita mencarikan pria yang cocok, yang bisa membahagiakan puteri mereka dan jangan melihat kepada tingginya mahar, akan tetapi hendaklah mencarikan pria yang beragama dan berakhlak baik; yang bisa memelihara agama puteri mereka serta melindungi dan membahagiakannya.
2. Hendaklah seorang wanita tidak menolak untuk menikah dengan alasan ingin melanjutkan studi, sampai menggerogoti usianya dan sampai pada usia tua, sehingga ia menjadi perawan tua dan tidak mendapatkan pria yang mau menikahinya. Namun, ia bisa membuat kesepakatan dengan suami untuk melanjutkan studinya setelah menikah. InsyaAllah, ini mudah diatur, dan segala puji hanya milik Allah.
3. Janganlah seorang wanita melihat bahwa laki-laki yang datang meminangnya bila sudah beristeri tidak akan cocok untuk dirinya dan tidak akan mampu Untuk membahagiakannya. Banyak sekali wanita yang menolak lamaran seorang pria beristeri, kemudian ia menghabiskan usianya tanpa ada seorang pun yang datang untuk menikahinya. Agama Islam yang hanif (lurus) ini dan sunah Nabi telah membolehkan seorang pria muslim untuk memiliki isteri hingga empat orang, dengan syarat, hendaklah laki-laki tersebut berbuat adil terhadap isteri-isterinya.
Sunday, August 3, 2008
Jangan Telat Menikah
Menjadi Cerdas dengan Menulis
Tulisan ini berangkat dari sebuah buku yang menurut saya sangat luar biasa pengolahannya, sistematika penulisannya, ide-ide yang diluapkannya, dan mempunyai karakteristik tersendiri yang membuat pembaca ingin memperaktekkan teori-teori yang ada di dalamnya, penuh dengan ide-ide besar, cara berfikir kreatif dan buku ini mengajarkan kita menjadi orang hebat, tetapi tetap bersabar dengan segala kekurangan. buku itu berjudul Accidental Genius :Revolutionizw Your Thinking Through Private Writing. Karangan Mark Levy, penulis buku best seller Magic for Dummies ia oleh Paul Harris di gambarkan sebagai salah satu 100 penyihir yang paling berpengaruh abad ini.
Cerdas kita pahami sebagai proses kreatif untuk menuju pada pemikiran hebat, cerdik, logis, penuh inovasi-inovasi dan kreatifitas. Orang dianggap cerdas jika ia mampu memecahkan seabrak persoalan dengan penuh kebijaksanaan, atau melihat persoalan secara kritis.
Untuk menjadi cerdas tidaklah semudah membolak balikkan tangan, karena ia memerlukan beberapa tahapan-tahapan yang harus dilalui, bahkan orang yang sudah melalui tahapan-tahapan yang sulit pun masih belum tentu menjadi cerdas, karena berkaitan proses yang harus ia lalui, Mark Levy dalam bukunya Accidental Genius menawarkan cara menjadi cerdas dengan menulis, ia sangat percaya bahwa orang yang produktif dalam menulis akan menjadikannya cerdas, karena ia merasakan sendiri kemunculan- ide-ide kreatifnya, briliannya dan geniusnya di saat ia menuliskan sesuatu bahkan tanpa sengaja. Sebagaimana yang dikatakannya “siapakah saya ini, saya adalah seseorang yang telah menggunakan penulisan untuk membuat perbedaan dalam pekerjaan hidup saya, selama lima belas terakhir, saya telah diberbagai segmen grosir, eceran, dan penerbitan dalam industri buku. Selama itu, saya telah menjual buku dengan nilai lebih dari seperempat miliar dollar, pernah dinominasikan untuk tiga anugerah “Rep of the Year” yang bergengsi, dan telah meluncurkan beberapa proyek yang melibatkan beberapa bintang dari dunia bisnis yang paling dicari. Semua kesuksesan ini diraih, sebagian besar, melalui penulisan saya yang informal dan penuh penggalian”.
Dan masih banyak tokoh-tokoh lain seperti, Bill Gates penemu Microsoft, W.B Yeats, Harun Yahya, Peter Elbow, Pat Belanoff, Tom Peterr. Mereka memanfaatkan dunia tulis, lebih-lebih tulisan pribadi, untuk merangsang munculnya ide-ide cemerlang dan genius, karena dengan menulis bisa mengubah berbagai materi mentah pemikiran seseorang menjadi sesuatu yang bisa digunakan, bahkan menjadikannya luar biasa.
Tulisan pribadi tidak hanya membawa penulisnya menjadi penulis buku-buku terkenal, namun mampu memunculkan pikiran-pikiran yang cemerlang dan mengutuhkan ide-ide yang berserakan di sana-sini. Ada frasa yang cukup menarik yang diciptakan oleh Peter Elbow dan Pat Belanoff, yaitu membuat tulisan pribadi, ia adalah sebuah metode yang cepat dan diperuntukkan untuk bagi-diri-Anda untuk berfikir di atas kertas yang membuat Anda mampu meraih tingkat pemikiran yang sering kali terasa sulit untuk dipertahankan di tengah urusan sehari-hari. Dengan memanfaatkan beberapa rahasia, maka Anda akan merasa senang karena menemukan berbagai ide dan cara yang mungkin Anda miliki, tetapi belum Anda sadari.
Rahasia-rahasia itu adalah; (1) jangan tunjukkan tulisan pribadi Anda kepada siapa pun (2) Biarkan diri Anda berfikir buruk dan menulis jelek (3) Tulislah secepat mungkin dan terus menerus semampu tangan Anda (4) seranglah sebuah situasi untuk waktu tertentu, dan kemudian lanjutkan kehal-hal yang lain (5) Ungkapkan berbagai ide Anda yang paling jujur dengan menggunakan “bahasa dapur” dan gunakan logika (6) Kembangkan berbagai pemikiran Anda di luar lingkup normalnya (7) Arahkan kembali fokus anda, sesering mungkin.
Dan Anda akan merasakan bahwa kecerdasan itu akan muncul dari menulis, setelah Anda mengikuti berbagai banyak efen dan kegiatan-kegiatan; seperti seminar, diskusi, rapat dan lainnya. Ketika Anda duduk mendengarkan, dan tangan Anda mencorat-coret apa yang anda dengar dari pemateri, dan Anda mencatat beberapa poin yang ingin ditanyakan, dipersoalkan, dan didebatkan maka muncullah gagasan-gagasan yang sebelumnya berantakan, menjadi utuh. Bahkan yang belum terpikirkan akan bermuncullan karena ada rangsangan dari gerak tangan Anda.
Maka cobalah dalam banyak kesempatan untuk merangsang ide-ide muncul dengan menuliskan sesuatu. Gerakkan tangan Anda, rangsanglah pikiran anda untuk memunculkan ide-ide cemerlang, dan percepatlah menulis. Meminjam bahasa Mark Levy semakin cepat menulis maka semakin banyak ide yang akan dituliskan, semakin cepat menulis semakin terangsang ide untuk muncul. Dan seperti pernyataannya “seringkali saya ingin menulis, tapi apa yang akan saya tulis saya tidak tahu, tapi setelah saya ambil kertas dan pena muncullah ide-ide itu, bahkan sesuatu yang belum pernah saya pikirkan seketika itu berdesakan muncul.”
Kita sering merasakan munculnya ide tersebut karena ada usaha untuk memainkan peran otak yang punya potensi untuk dipercikkan, diledakkan dan dimunculkan. Kalau otak diberi rangsangan-rangsang untuk dikeluarkan baik dengan munulis atau berbicara ngarang –ngidul maka ia akan muncul entah dengan bentuk apa yang jelas ia kan muncul.
Kita memanfaatkan prinsip bahwa pikiran sebenarnya keluar dari kepala kita sepanjang waktu, seperti saat ia berjalan di sebuah rangkaian yang sempurna, hal ini menjelaskan mengapa sering kali, sebuah pemikiran yang aneh, tiba-tiba akan muncul di kepala kita tanpa alasan yang jelas. Kemungkinannya, kita sedang berada di dekat pikiran orang lain yang sedang meloncat keluar, hanya kita tidak menyadarinya.”. betapa mudah sebenarnya, untuk memunculkan ide-ide cemerlang, jikalau kita memberikan jatah sedikit saja untuk menulis, menulis apa saja, meskipun tidak pernah terlintas apa yang seharusnya kita tulis, karena banyak tokoh-tokoh besar dikarenakan hanya menulis sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dan tidak pernah terlintas, namun karena keanihan dari tulisan itulah muncul banyak inspirasi-inspirasi.[ ]
Menulis Itu Indah
JADILAH PENULIS
Jangan tunda lagi untuk menjadi penulis!Apakah tulisan saya sudah layak dibaca orang? Sudah layakkah saya menjadi penulis? Pertanyaan-pertanyaan itu sering kali muncul dalam benak saya. ketika ingin mengurai kata-kata dalam sebuah buku atau selembar kertas. Dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan itu terkadang pikiran saya mandek, tangan menjadi kaku untuk merangkai kata-kata, saya tidak pede mempublikan tulisan saya pada orang lain, takut tidak dapat dipahami, takut dikritik, bahkan takut dicemooh.Dalam kegundahan itulah, saya menemukan mata air, yang bagitu bening dan menyejukkan, the 7 Habits of Highly Efective People buku yang di tulis Stephen R. Covey, yang di dalamnya banyak mengandung vitamin dan gizi , sehingga saya mulai terangsang untuk selalu membaca, membaca dan membaca. Saya bangun prinsip, saya bentuk paradigma, kemudian saya mematuhi apa yang sudah menjadi prinsip saya itu, “tak ada hari tanpa membaca.” Apa pun yang ada dihadapan saya, saya baca. Entah itu artikel, kolom, cerpen, puisi, dan buku-buku seperti komik, sastra, filsafat, teologi, fiqih, bahasa, tafsir dan lain-lain. Saya tidak memilih-memilih bacaan, yang penting, hari-hari saya penuh dengan aktivitas membaca dan membaca.Beberapa tahun kemudian, saya “jenuh” dengan membaca, karena apa yang saya baca, sepertinya sia-sia. Namun, saya teguhkan dalam hati akan prinsip yang pernah saya bangun, dan saya selalu berusaha untuk tidak berhenti membaca, karena berhenti membaca berarti menghentikan hidup yang sebenarnya.Tidak beberapa lama, tangan saya mulai gatal, apa yang ada dalam pikiran saya mulai ingin tumpah, kemudian saya gerakkan tangan saya untuk menulis, menulis apa saja yang ada dalam pikiran saya. Sebagaimana pesan J.K. Rowling, “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.”.Saya tulis semua apa yang mengganjal dalam hidup, perasaan, dan pikiran saya. dari sanalah saya sedikit demi sedikit dapat merasakan bahwa saya bisa, kemudian saya dirangsang oleh perkataan Henry David Thoreau, “saya tidak tahu fakta lain yang lebih membesarkan hati selain kemampuan manusia yang tidak diragukan untuk dapat meningkatkan kehidupan melalui upaya yang disadarinya.”. saya menjadi yakin, bahwa saya punya potensi, dan setiap orang punya potensi, mengapa saya harus sia-siakan potensi itu. Saya jadi teringat kata-kata guru saya, ketika saya masih duduk di kelas enam MI, “Diri Anda adalah hadiah paling berharga yang Allah berikan pada Anda maka carilah, galilah, ledakkanlah, bongkarlah diri Anda maka Anda akan menemukan keajaiban dalam diri Anda, apa bedanya Anda dengan mereka yang hebat?, mereka manusia, mereka mempunyai hati, pikiran, jasad sama dengan Anda, kalau mereka bisa mengapa Anda tidak?”. Kata-kata ini sungguh menghentakkan saya, kata-kata yang cukup bergizi dan bervitamin, mengapa saya harus minder untuk berproses menjadi penulis handal.Gairah untuk menulis semakin kuat, saya memulai menulis dan menulis, menumpahkan apa yang ada di benak saya, karena syarat untuk bisa menulis menurut Kuntowijoyo ada tiga; pertama menulis, kedua menulis, ketiga menulis. Kemana-mana selain membawa buku bacaan, saya tidak lupa membaca balpoin dan buku tulis atau note book untuk menumpahkan apa yang di dapat dari membaca, merenung, kontemplasi dan analisa, atau mungkin ada ide-ide yang bermunculan secara tiba-tiba.Ternyata, tidak ada orang yang tidak pantas untuk tidak menjadi penulis, setiap orang berpotensi untuk menjadi penulis, penulis apa saja sesuai dengan bakat atau keinginannya. Kalau orang yang sering berimajinasi dan mengungkapkan kata-katanya dengan bahasa yang indah, ia bisa menjadi penulis puisi, kalau ia sering mengamati lika-liku hidupnya atau hidup orang lain, ia bisa menjadi penulis cerpen, orang yang sering mengamati keadaan dengan kritis mungkin bakat menjadi kolumnis dan lain-lain. Artinya tidak ada orang yang tidak pantas untuk tidak menjadi penulis, asalkan punya kemauan, kesungguhan dan kerja keras, sehingga menulis menjadi kebiasaan [habit]. Sthepen King tidak percaya, bahwa penulis bisa dibuat, baik oleh keadaan atau oleh keinginannya sendiri. Ia menjadi penulis, karena ada keinginan untuk menulis, dan ia lakukan setiap ada kesempatan untuk menulis, menulis apa saja, saat tangannya gatal dan inspirasinya mau muntah.Tentunya kebiasaan menulis tidaklah langsung jadi, tapi harus melalui tahapan-tahapan atau proses sehingga menjadikan menulis sebuah kebiasaan. Stephen R. Covey. mendivinisikan habit atau kebiasaan sebagai titik pertemuan antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keinginan (desire).Ketika seseorang sudah mempunyai pengetahuan, informasi dan ide. Maka seringkali pengetahuan itu, ia ingin ungkapkan baik lisan atau tulisan, namun kebanyakan orang mengungkapkan idenya atau pengetahuaannya lewat lisan bukan tulisan. Namun, jika ia ingin mengalihkan pada tulisan sebenarnya tidaklah terlalu sulit, asalkan ia berusaha untuk terus menulis sehingga menjadi skill, kalau sudah menjadi keterampilan maka ia akan mudah untuk menuliskan apa saja, karena ketika ada ide kemudian tidak di tuliskan ia merasa kurang nyaman. Kemudian ada keinginan yang kuat untuk menulis. Kalau seseorang mempunyai pengetahuan dan ia juga memiliki keterampilan namun tidak ada keinginan untuk menulis maka ia tidak akan pernah mencoret lembaran-lembaran putih itu menjadi ungkapan yang tertata rapi. Sehingga, ide-idenya lenyap ditelan masa.Kata Hernowo; Membaca dan menulis-----MENGIKAT MAKNA Ikatlah membaca Anda dengan menulis, dan menulislah Anda setelah membaca maka Anda akan cerdas. “MEMBACA KEMUDIAN MENULIS DAN MENULIS SESUATU SETELAH MEMBACA ADALAH PROSES “MENGIKAT”.Menulis itu mudah!Menulis tidaklah sulit, bagi orang mempunyai kemauan keras untuk menulis. Menulis hanyalah merangkai kata, kalau kata itu dirangkai setiap hari maka ia akan jadi kalimat, kalau kalimat demi kalimat ia susun maka akan menjadi paragraf demikian seterusnya, sehingga menjadi sebuah wacana yang dapat di konsumsi banyak orang.Hanya saja yang menjadi persoalan adalah, maukah kita merangkai kata? Kita punya keinginan untuk merangkai kata, namun apa yang akan kita rangkai? ini juga menjadi persoalan. maka membacalah apa saja yang Anda ingin baca, bacalah buku bacaan yang menyenangkan sehingga Anda ingin sekali menyelesaikan bacaan itu dan dapat mengambil mamfaat dari apa yang sudah Anda baca. Maka jelas, tidak akan ada menulis tanpa membaca, dan membaca tidak akan berkembang tanpa menulis. Maka membaca-menulis, menulis-membaca tidak dapat dilepaskan. COBALAH!. Hernowo pernah SMS saya, yang isinya “Anda tak lemah menulis. Anda sekarang sudah mengisi PIKIRAN Anda, dengan sesuatu yang berkaitan dengan membaca dan menulis. Cobalah sekarang menjadikan apa yang ada di pikiran Anda sebagai TINDAKAN. Menulislah saat ini juga. Apa yang ditulis! Yang ditulis adalah YANG ANDA BACA dari buku-buku saya. Pelan-pelan saja. Biasakan setiap hari 10-15 menit.”Pada kesempatan lain, Ia mengirim SMS lagi, “Anda pasti bisa menulis. Buktinya saya dulu juga tidak bisa menulis dan bahkan tersiksa jika menulis. Saya baru bisa buat buku ketika usia sudah 44 tahun. Jadi, membacalah buku yg menyenangkan diri Anda. Saya yakin Anda bisa menulis, saya bisa menulis karena banyak membaca, dan buku yang saya baca bukan buku yang MENYIKSA saya.”Hernowo penulis buku, Andai buku itu Sepotong Pizza, Main-Main dengan Teks Sembari Mengasah kecerdasa Emosi, Vitamin T, Mengikat Makna; Kiat-Kiat Ampuh Untuk Melejitkan Kemauan Plus Kemampuan Membaca dan Menulis, Quantum Writing, Quantum Reading, Self-Digesting dll, ia merupaka penulis produktif dalam dekade ini, tulisannya tersebar di mana-mana, karirnya terus memuncak, dari staf redaksi Mizan sampai sampai General Manager Editorial Penerbit Mizan. Haidar Baqir dalam pengantar buku “Mengikat Makna” berkata, “Pekerjaannya sebagai salah seorang staf redaksi Mizan, kemudian manajer keredaksian, dan akhirnya General Manager Editorial Miza, hanyalah makin memperkuat kecintaannya ini (menulis dan membaca). Tugasnya sehari-hari mendorongnya untuk merumuskan “gaya selingkung” (style book) Mizan. Rupanya, dia makin merasa betapa pentingnya kemampuan menulis yang baik”. Kapan Hernowo mulai produktif dan membuat buku? setelah ia berumur 41 tahun, dia yang tidak punya cita-cita menjadi penulis ternyata mampu melejitkan dirinya menjadi penulis handal.Pendiri MLC itu, pernah mengirim ke Email saya “Imilah_zudn@ Yahoo.com”, “Salam, Senang sekali dapat membaca kiriman email Anda ini. Silakan klik http://www.mizanlc.com/ jika masih ingin membaca tulisan saya yang lain. Saya dapat melejitkan kemauan dan kemampuan saya menulis secara teratur dan terarah itu ketika usia saya melewati 41 tahun. Jika saat ini Anda belum berusia 40 tahun, Anda pasti bisa seperti saya. Saya perlu waktu 15 tahun untuk bisa seperti sekarang ini. Saya yakin, jika Anda mengikuti saran-saran saya di buku-buku saya, Anda tak perlu waktu yang sangat lama. Mungkin setahun sudah bisa seperti saya. Mulanya saya menulis untuk "penyembuhan". Saya menulis untuk menata pikiran saya yang kadang kacau, untuk membuat tekanan-tekanan hidup, dan untuk mengungkapkan gagasan-gagasan saya secara bebas. Saya mengikuti metode menulis "opening up"-nya psikolog Pennebaker, freewriting-nya Bobbi De Porter, dan mind mapping-nya Tony Buzan, dan banyak lagi yang sudah saya jelaskan di buku-buku saya. Lalu saya menemukan konsep "mengikat makna" yang prinsipnya tak bisa kita hanya melakukan membaca saja dan menulis saja. Dua kegiatan ini harus dipadukan agar kita langsung dapat merasakan manfaat membaca dan menulis. Itulah beberapa hal yang membuat saya dapat melakukan kegiatan baca-tulis yang memberdayakan diri saya. Saya merasakan bahwa kampus-kampus kita kehilangan gairah dalam mendorong para dosen dan mahasiswanya untuk membaca dan menulis guna memberdayakan diri. Saya tak tahu kenapa?.Bagi siapa pun yang punya syahwat dan nafsu menulis, menulislah sekarang juga, Anda pasti bisa, jangan pernah ditunda, karena jika Anda menunda untuk menulis berarti Anda menunda untuk menjadi penulis. Menurut Sthephen King “ketika seorang penulis hanya menunggu, maka sebenarnya ia belum menjadi dirinya sendiri,”. “kita tidak harus menunggu datangnya inspirasi itu, kita sendirilah yang menciptakannya,” katanya. Maka untuk menjadi penulis, dibutuhkan kesungguhan, keseriusan dan kerja keras. Tidak ada alasan untuk tidak ada ide, karena kemandekan kita itu adalah ide, ketidak tahuan kita itulah juga ide, maka tulislah kemandekan itu. mengapa mandek, tulislah karena nantinya akan menjadi solusi kemandekan ide tersebut.Cara MenulisDi bawah ini saya akan paparkan cara menulis-gaya Accelerated Learning. Sebagaimana dalam buku Quantum Writingnya HernowoDalam menulis yang harus diperhatikan pertama kali adalah “apa”, lalu “bagaimana”. Dan yang paling penting adalah isi dari apa yang kamu tulis. Dalam artian, Anda memang menulis karena kepentingan isi itu.Agar Anda tidak kaku dan jenuh, biarkan tulisan Anda mengalir sesuai dengan kemauan ide yang ada di otak Anda, lanjutkan terus kalau masih ada sisa dalam benak Anda, jangan berhenti. Kebenaran tata bahasa jangan dulu diperhatikan, demikian juga keindahan dan gaya. Karena hal itu akan dapat memberhentikan kreatifitas menulis Anda akan berhenti, karena menjenuhkan. Biarkan otak dan tangan Anda terus merangkai kata. Sebenarnya rahasia menulis-super itu adalah cepat dan fasih, baru mengeditnya setelah selesai beberapa tahap. Tidak membiarkan tulisan Anda selesai dengan habisnya ide Anda. editlah tulisan Anda agar Anda terbiasa untuk meneliti dan memperbaiki tulisan Anda sendiri. Maka jika Anda biasa mengedit tulisan Anda, Anda akan lebih jeli membaca tulisan orang lain.Pemetaan kreatifAda beberapa langkah yang disarankan dalam penulisan dengan gaya Accelerated Learning sebagaimana berikut :1.Bukalah catatan atau buku referensi yang Anda butuhkan.2.Tulislah topik artikel di tengah-tengah lembaran kosong.3.Sekarang biarkan pikiran Anda melakukan asosiasi bebas. Bebaskan pikiran Anda berkelana kesegala penjuru, tulislah terus. Jangan berhenti, terus gali kalau masih ada. Karena pikiran pertama itu gamblang, susullah dengan pikiran-pikiran yang lebih mendetail dan mendalam.4.Sekarang, amatilah peta pikiran Anda dengan cermat.5.Buat lagi peta kreatif lain, kali ini pilahlah kelompok gagasan yang lebih besar, sehingga dapat dikembangkan kembali.Menulis dengan bebasSetelah memperhatikan peta yang ada di hadapan Anda, renungkan dan pilah-pilahlah gagasan besar dengan sup gagasan. Sekarang menulislah, apa yang Anda ingin tulis setelah Anda membaca peta yang ada di hadapan Anda. Ingat jangan pedulikan tata bahasa atau gaya, yang penting menulis semua gagasan yang muncul. Tulisan yang baik mencakup 40 % penelitian 20 % menulis, dan 40 % revisi. Tidak ada orang yang pernah menulis sesuatu yang berharga tanpa setidaknya pernah merevisi walau hanya satu kali. Refleksikan diri Anda, merenunglah sejenak setelah Anda menulis, mungkin Anda menemukan tambahan-tambahan gagasan, mungkin ada bagian-bagian yang hilang dari otak Anda sehingga Anda perlu mengingatnya. Kalau sudah tulislah, ini perlunya perenungan atau inkubasi.Mengedit TulisanSetelah jadi beberapa jam atau satu malam kembalilah pada tulisan Anda, kemudian editlah!!.Sekaranglah, untuk menyadari gaya, sekaranglah, waktunya untuk bersikap kritis. Biasanya pagi-pagi cocok untuk menyunting, karena kebanyakan orang belum melakukan aktifitas yang melelahkan dan masih dalam kondisi prima sehingga pikiran lebih jernih, dan lebih dapat berkonsentrasi dengan tulisan.Kritisi selalu tulisan Anda, dengan sudut pandangan orang lain, baik argumen dan lainnya. Teruslah cari kelemahan tulisan Anda, seakan-akan Anda adalah pembaca kritis bagi tulisan Anda. Tulisan yang bagus biasanya bernada seperti mengobrol. []“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.” [syeikh Imam Al-Ghazaly]Selamat Menjadi Penulis!!!
AWAS !! BAHAYA PORNOGRAFI MENGANCAM !!
| AWAS !! BAHAYA PORNOGRAFI MENGANCAM !! || Tragis betul nasib para koruptor ! |
PERDA Pendidikan Al Qur'an di Sekolah || AWAS !! BAHAYA PORNOGRAFI MENGANCAM !! || Tragis betul nasib para koruptor !
---------------------------------------------------------------------------------------
AWAS !! BAHAYA PORNOGRAFI MENGANCAM ...!!!
Seorang anak lelaki kelas 5 SD maju ke depan, membuka kemeja can memeloroti celana pendeknya, lalu memperlihatkan kemaluannya kepada ibu gurunya seraya berseru, "Surprise...!" Selidik punya selidik, pemuda cilik ini mendapat inspirasi dari berbagai tayangan porno yang pernah dilihatnya di berbagai media. Seorang pemuda kecil lainnya bercerita bahwa blue film alias filmfilm porno menjadi tontonan keluarga sehari-hari di rumahnya!
Luar biasa sungguh bahaya yang mengepung kita dan anak-anak kita dari segala penjuru
Tragis betul nasib para koruptor
Rasulullah SAW bersabda, ''Penggelapan [harta umat dan negara] adalah perkara besar dan berakibat besar. Maka, nanti di hari kiamat, jangan sampai saya melihat kalian datang sambil memikul unta yang melenguh-lenguh dan berkata, 'Tolong saya, wahai Rasulullah!' Saya jawab, 'Saya tidak bisa menolongmu sedikit pun'.''
Nabi SAW juga bersabda,''Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap.'' (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
ANAK
Anak-anak dilahirkan dalam kondisi suci. Orang tualah yang nantinya membentuk anak, akan seperti apa. Baik dan buruknya anak, tergantung orang tuanya.
Barisan kalimat di atas adalah benar adanya. Peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak sangat urgen dan tak bisa tidak, sangat menentukan keberadaan anak tersebut di masa akan datang.
Kenyataannya, peran orang tua dewasa ini semakin berat. Betapa tidak. Hantaman era globalisasi telah menafikan aturan yang melarang anak untuk tidak secepatnya mengenal yang namanya pornografi atau pornoaksi.
Di berbagai media, baik itu elektronik maupun cetak, tayangan dan gambar yang mengandung unsur pornografi 'bergentayangan' tak kenal lelah menghantui anak-anak.
Berdasarkan catatan sebuah lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia, selain menjadi negara tanpa aturan jelas tentang pornografi, Indonesia juga mencatat rekor sebagai negara kedua setelah Rusia yang paling rentan penetrasi pornografi terhadap anak-anak.
Kondisi seperti itu, sebenarnya telah pula ditangkap Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Lewat beberapa kali penelitian dan survey di lapangan, terkuak kenyataan di lapangan yang mengetengahkan gambaran kehidupan anak-anak Indonesia menjelang remaja, salah satunya adalah kegemaran coba-coba untuk urusan seks.
Salah satunya adalah hasil peneltian di Provinsi Jawa Barat, di mana dari 2.880 remaja yang disurvey BKKBN usia 15-24 tahun, sedikitnya 40 persen mengaku pernah berhubungan seks sebelum nikah.
Tak hanya sampai di situ. Survey juga mencatat sedikitnya remaja usia 15-19 tahun hampir 60 persen diantaranya pernah melihat film porno dan 18,4 persen remaja putri mengaku pernah membaca buku porno. Data terakhir ini diperoleh dari peneltian oleh sejumlah mahasiswa di Universitas Airlangga terhadap 300 responden.
Sayangnya, banyak orang tua yang kadangkala kecplongan soal kegemaran anak-anak mereka yang menjelang remaja ini terhadap pornografi. Masih berdasarkan data terbaru, 25 persen anak-anak bahkan menonton film porno di rumah sendiri, 22 persen di rumah teman dimana materinya didapat dari VCD rental di sekitar rumah.
Lebih parah lagi, kecanggihan teknologi telepon selular telah pula dirambah pornografi. Beberapa penyelidikan bahkan diketahui soal gambar porno yang sampai ke telepon selular atau handphone anak-anak SD.
Bahaya lain yang mengancam anak-anak adalah keberadaan situs porno. Inke Maris dari ASA Indonesia mengutip hasil penelitian di Amerika bahwa setidaknya ada 28 ribu situs porno di internet pada 2000 sementara tiap pekannya hadir 2 ribuan situs porno baru.
Malangnya, di Indonesia, situasi sedemikian tidak segera ditanggapi oleh pihak berwenang,
YAKNI PEMERINTAH.
Hal itu bisa dilihat dari tidak adanya regulasi yang jelas mengenai pornografi dan pornoaksi serta hukumnya.
Masya Allah! Tahun 2050, ISLAM Jadi Agama Nombor SATU Di RUSIA!
Kantor berita “Novobrs” melansir, agama ISLAM dipastikan akan menjadi nomor wahid di RUSIA menjelang tahun 2050 nanti. Hal itu mengingat semakin meningkatnya antusiasme untuk masuk ISLAM dan bertambahnya angka kelahiran di tengah umat Islam RUSIA.
Dalam laporan yang dimuat di situsnya (berbahasa Prancis), kantor berita itu menambahkan, komunitas Muslim di RUSIA mungkin akan menjadi komunitas terbesar pada paruh abad ini. Demikian pula, ISLAM memiliki semua modal dasar itu untuk menjadi agama utama di RUSIA.
ISLAM sekarang ini merupakan agama kedua di RUSIA. Sangat sulit untuk mendapatkan data statistik yang detail di RUSIA mengenai jumlah umat ISLAM yang sebenarnya atau pun para pengikut agama lain, sebab tidak ada data statistik resmi mengenai hal ini.
Peneliti RUSIA di bidang keislaman, Roman Silantev mengatakan, jumlah umat ISLAM di RUSIA berkisar antara 7 juta hingga 9 juta jiwa. Komunitas muslim terpusat pada minoritas etnis yang berdiam di antara laut hitam (Black Sea) dan laut Quzwain (
Umat ISLAM terkonsentrasi di dua kawasan utama: kawasan Volga di jantung RUSIA. Kawasan ini meliputi enam republik, yaitu Tatarstan, Epeshkirya, Chuvash, Mordovia and Mary and I Audmurt, plus propinsi Orenburg.
Kawasan kedua adalah kawasan Kokaz (Caucasus) di barat daya RUSIA, yang meliputi tujuh republik, yaitu Dagestan, Chechnya, Ingushetia, Kberden Belkaria, North Ossetia -Alania dan Karchiev Cherkessia- dan Kadege.
Jumlah umat ISLAM di republik-republik tersebut mencapai 20 juta jiwa. Dengan demikian, umat Islam mewakili 20% dari total jumlah penduduk. Ini merupakan minoritas religius terbesar di RUSIA.
Menjawab Tuduhan Miring tentang Ka'bah
Kalau ada seorang Muslim menyembah Ka'bah atau menjadikan Ka'bah sebagai sembahannya, bererti Ia sudah murtad dan menjadi kafir. Di manapun, seorang Muslim harus menghadirkan Allah dalam hati sanubarinya.
Forum Arimatea menggelar suatu forum dialog antara teologi Muslim dan Kristian di Gedung Kampus STEKPI, Kalibata, Jakarta Selatan, 19 Mac lalu. Hadir sebagai pembicara dalam dialog ilmiah tersebut, antara lain: Mohammad Rizieq Syihab, Lc, Ustadz Dr. Muslin Abdul Karim MA, dan Ustadz Solehan MC. Panitia penyelenggara mengatur tempat duduk peserta sedemikian rupa, di mana kelompok Nasrani duduk di bahagian tengah, sedangkan kelompok Muslim ditempatkan pada sisi kiri dan kanan. Hal itu kerana, majoriti yang hadir kebanyakan dari kelompok Islam.
Yang menarik dari dialog tersebut adalah rasa kebersamaan kedua pemeluk agama (Islam-Kristian), di mana mereka sepakat untuk tidak mewarnai forum ini dengan sikap emosi atau saling berhujah satu sama lain. Peserta yang hadir, baik yang Muslim mahupun Kristian / Katolik, sejak pagi hingga petang hari, duduk bersama, menjernihkan hati, akal dan fikiran untuk sama-sama mencari jalan kebenaran objektif, hakiki, dan sejati. Terlihat dari wajah yang hadir, antusiasme untuk saling mengkritisi pemahaman konsep ketuhanan dan ajaran kedua agama yang selama ini sering ditelagahi menjadi salah satu pemicu konflik sosial di tataran grassroot penganut kedua agama.
Betapapun beberapa pertanyaan terdengar keras dilontarkan oleh beberapa peserta, baik Muslim maupun Kristian, terutama mengenai nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, suasana persaudaraan masih tetap terjaga. Melalui dialog, pembicara mahupun peserta dapat menyampaikan argumentasinya, atas dasar pendapatnya sendiri termasuk referensi dari sejumlah buku yang dibacanya. Intisari dari dialog tersebut, adalah mengajak peserta untuk menyembah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yakni Allah, yang secara jelas tercantum di dalam kitab suci ketiga-tiga agama: Yahudi, Nasrani dan Islam, serta tidak membuat tuhan-tuhan tandingan yang memiliki kedudukan yang sama dengan kedudukan Allah dalam kehidupan ini.
Bukankah dalam Injil, Jesus berkata: "Hukum yang terutama ialah: Dengarkanlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa." (Injil Mark 12:29). Atau "Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budi." (Matius 22:37). Sedangkan di dalam Al Quran jelas disebutkan, "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu..." (QS Al Ikhlas : 1-2)
Ka'bah = Berhala?
Yang menarik dari dialog ini adalah rasa ingin tahu para teologi Kristian yang besar untuk bertanya atau sekadar menguji pembicara untuk menjelaskan hal-hal yang menurutnya sangat bertentangan dan tidak logik menurut konsep ketuhanan umat Nasrani. Misalnya saja, mereka mempertanyakan, kenapa umat Islam menyembah Ka'bah? Bukankah menyembah Ka'bah sama dengan menyembah batu? Atau kenapa Islam disimbolkan dengan bulan sabit? Apakah ini bentuk paganisme (keberhalaan) terhadap kebendaan? Meski ruang kebebasan berfikir dan berpendapat dalam forum ini diberikan kelonggaran, namun para penanya dari umat Nasrani tetap merasa tidak enak hati. Itulah sebabnya, mereka lebih dulu mohon maaf, bila pertanyaan yang dilontarkan dapat menyinggung perasaan umat Islam yang hadir.
Beberapa pertanyaan kritis itu dijawab oleh Rizieq Syihab dengan tenang, tuntas, dan tentunya dengan bahasa yang santun. ”Satu pertanyaan, kenapa Ka'bah yang dibuat dari batu dijadikan kiblat kaum Muslim sehingga muncul tuduhan seolah-olah umat Islam menyembah batu?” Rizieq menjelaskan, bahawa umat Islam, bila dan di mana pun berada, terutama saat munajat kepada Allah, maka selama hati mereka ikhlas untuk mencari Allah, tentu mereka akan mendapatkan Allah. Yang jelas, Allah tidak pernah memerintahkan kepada umat Islam untuk menyembah Ka'bah.
"Sekali lagi, Ka'bah yang terbuat dari batu bata sama sekali tidak disembah oleh umat Islam. Kerana itu, kalau ada seorang Muslim menyembah Ka'bah dan menjadikan Ka'bah sebagai sembahannya, demi Allah, si Muslim tadi sudah murtad, kafir, keluar dari agamanya (Islam). Kerana, sebagai seorang Muslim, ia harus menghadirkan Allah dalam hati sanubarinya. Jadi, sekalipun menghadap Ka'bah, dia sesungguhnya hanya menyembah Allah semata, bukan kepada Ka'bah yang terbuat dari batu," jelas Habib.
Tapi kenapa harus menghadap Ka'bah? Jawabnya sekali lagi, "kerana Allah yang memerintahkan umat Islam untuk menghadap ke Ka'bah, Perlu dicatat, sebelum umat lslam menghadap ke Ka'bah, tidak kurang dari 16 bulan, umat Islam menghadap ke Baitul Maqdis, iaitu menghadap ke Masjidil Aqsa, yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Kerana perintah Allah untuk menghadap Baitul Maqdis, umat Islam pun menghadap ke Baitul Maqdis. Tetapi, 16 bulan kemudian, umat Islam diperintahkan oleh Allah untuk berpindah arah, menghadap ke Ka'bah, Kenapa tidak ke tempat lainnya?
"Nah, inilah yang perlu diketahui," kata Rizieq, "bahawa di dalam sejarah umat manusia dan para nabi, Ka'bah yang ada saat ini dan yang disaksikan oleh umat manusia seluruh dunia, tidak lain adalah satu tempat yang dulu dibangun oleh para nabi, seorang manusia yang begitu mulia dan dihormati oleh pelbagai umat beragama. Beliau adala'h Khaliluilah Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim membangun Ka'bah, kerana memang diperintahkan oleh Allah. Lalu, Ka'bah dilestarikan oleh puteranya Ismail a.s hingga ke zaman Nabi Muhammad SAW, Pada saat Nabi Ibrahim, Ka'bah merupakan suatu tempat yang suci, bersih dari kemusyrikan."
"Begitu roda sejarah berputar," lanjut Rizieq, "kemudian muncullah orang yang menyimpangkan ajaran Nabi Ibrahim yang hanif. Akhirnya mereka meletakkan berhala-berhala di sekitar Ka'bah. Sehinggalah tiba masanya, lahirlah Muhammad SAW sebagai keturunan dari Ismail as, untuk mengembang tugas dari Allah: membersihkan Ka'bah dari segala berhala dan kemusyrikan. Apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW membawa hasil yang menggembirakan, di mana seluruh berhala, baik yang ada di dalam Ka'bah mahupun di luar Ka'bah, bahkan yang ada di seluruh kota suci Makkah, berhasil dihancurkan. Sampai kemudian, Ka'bah kembali pada kesuciannya dari kemusyrikan, sebagaimana permulaan Ka'bah dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s."
"Yang ingin saya tekankan, kenapa harus Ka'bah yang dipilih? Kerana Ka'bah memiliki nilai historikal yang luar biasa, yakni nilai historikal seorang Bapa para Nabi, Ibrahim a.s yang diakui kenabiannya, kerasulannya, keutamaannya, dan keistimewaanya, baik oleh umat Yahudi maupun umat Nasrani, teruatamanya oleh umat Islam itu sendiri. Jadi, kenapa Ka'bah yang dipilih. Itu tidak lain, kerana keta'ziman wa taqriman, iaitu sebagai penghormatan yang diberikan oleh Allah SWT, terhadap hasil kerja Nabi Ibrahim dengan kedua tangan sucinya, juga dari hasil kerja Nabi Ismail yang menjaga dan melestarikan Ka'bah. Dan Allah menginginkan agar Ka'bah tetap suci, dan tetap bersih dari kemusyrikan sampai hari kiamat nanti."
Jawapan tentang kenapa umat Islam diperintahkan untuk menghadap Ka'bah? Menurut Ketua Front Pembela Islam ini, "Itu, agar umat Islam setiap harinya, dan setiap detik hidupnya terus memperhatikan kelestarian Ka'bah. Tegasnya, segala waktunya, tenaga dan kemampuannya dicurahkan untuk menjaga Ka'bah, sehingga tidak lagi dikotori, dan dicampuri oleh kebatilan dan kemusyrikan. Alhamdulillah 15 abad berlalu, dari zaman Nabi Muhammad SAW, sampai saat ini, tak satu pun tangan kotor yang mengisi Ka'bah dan kota Makkah dengan berhala."
Andai Ka'bah bukan menjadi Kiblat umat Islam, apa yang terjadi? Bisa Jadi umat Islam akan kurang pengorbanan dan perhatiannya terhadap Ka'bah. "Saya bisa buktikan, dulu saat Baitul Maqdis menjadi kiblat umat Islam, maka keberadaannya selalu diperhatikan, dijaga dan dipelihara. Tapi manakala Baitul Maqdis, sudah tidak menjadi kiblat umat Islam, kenyataaan yang terjadi, perhatian umat Islam terhadap Baitul Maqdis sudah mulai berkurang. Hingga Baitul Maqdis dikuasai oleh orang lain, orang Islam sepertinya tidak punya perhatian dalam menyatukan potensi dan kekuatannya untuk membebaskan Baitul Maqdis dari intimidasi dan terror yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam,"papar Rizieq.
Salah satu hikmah yang bisa dipetik, kenapa umat Islam menyembah Ka'bah adalah adanya cara didikan luar biasa dari Allah, di mana umat Islam diajarkan untuk menyatukan visi dan misi, serta langkah perjuangan untuk menegakkan kalimat Allah setiap saat. Dalam langkah itulah, ada satu tujuan yang sama, yakni: mencari keredhaan Allah semata. Ibadah haji yang dilakukan umat Islam dengan mengelilingi Ka'bah, bukan dimaksudkan untuk menyembah Ka'bah, tapi sebagai isyarat kepada hamba-Nya, bahawa apa pun suku dan bangsanya, kedudukan dan jawatannya, umat Islam dididik untuk rela menanggalkan pakaian dan perbedaan di antara mereka, juga menanggalkan pertikaian dan permusuhan di antara sesamanya. Intinya, mereka menuju titik yang sama, yakni keredhaan Allah. Maka tidak pernah ada ritual dalam Islam yang mengajarkan umatnya untuk menyembah Kab'ah.
Bulan Sabit = Paganisme?
Adapun yang berkaitan dengan bulan Sabit, Islam seolah mengalu-alukan bulan, dan terkeliru dengan fahaman mereka yang menyembah bulan. Rizieq menjelaskan lebih jauh. Pada dasarnya Islam mengajarkan umatnya utuk memuliakan seluruh makhluk ciptaan Allah, apakah matahari, bulan, bumi ataupun bintang. Jadi tidak ada yang mewajibkan umat Islam menggunakan lambang berbentuk bulan. "Buktinya, anda bisa lihat sendiri, salah satu organisasi terbesar di Indonesia, seperti Muhammdiyah lambangnya tidak menggunakan bulan, tapi matahari. Begitu juga identiti FPl yang saya pimpin, tidak menggunakan bulan, tapi bintang dan tasbih. NU pun demikian, yang dipapar bukan bulan, tapi bumi dan bintang sembilan."
Jadi tidak ada dalil yang mengkhususkan bahawa umat Islam selalu identik dengan bulan. Ertinya, kalau ada masjid tanpa ada sentuhan bulan dan bintang pun tetap berfungsi sebagai masjid, "Islam sendiri, tidak terpaku dengan lambang-lambang ataupun simbol-simbol. Kalaupun diperlukan, itu hanya sebatas identiti diri, bukan tujuan untuk mengkultus, menyembah, apalagi sampai bercampur dengan pemikiran-pemikiran dan pengajaran-pengajaran paganisme (keberhalaan)."
"Nah, kalau saja ada umat Islam menyembah bulan, demi Allah orang itu sudah mempersekutukan Allah dengan bulan. Itu ertinya, orang itu sudah murtad, kafir dan keluar dari Islam," tegas beliau.